Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts

Open Electronics Prototyping Platform

Arduino is an open-source electronics prototyping platform based on flexible, easy-to-use hardware and software. It's intended for artists, designers, hobbyists, and anyone interested in creating interactive objects or environments. This Google Code project is the home for the development of the Arduino platform. For more information on using Arduino, see the Arduino homepage.

Arduino can sense the environment by receiving input from a variety of sensors and can affect its surroundings by controlling lights, motors, and other actuators. The microcontroller on the board is programmed using the Arduino programming language (based on Wiring) and the Arduino development environment (based on Processing). Arduino projects can be stand-alone or they can communicate with software on running on a computer (e.g. Flash, Processing, MaxMSP).

The boards can be built by hand or purchased preassembled; the software can be downloaded for free. The hardware reference designs (CAD files) are available under an open-source license, you are free to adapt them to your needs.

More information, visit www.arduino.cc

NXTexas - a LEGO Mindstorms Texas Hold'Em Dealer

This clever NXT robot detects the number of players at the table and deals them their hands face down, then when prompted at the conclusion of each round of betting deals the flop, turn and river cards face up. For more information about the construction visit the download area -- available on Google Code. Unfortunately only in German.

Demos Delivering Electricity Without Wires

Eric Giler wants to untangle our wired lives with cable-free electric power. Here, he covers what this sci-fi tech offers, and demos MIT's breakthrough version, WiTricity -- a near-to-market invention that may soon recharge your cell phone, cameras, TVs, car, pacemaker and other devices.

Called WiTricity, these methods were developed by a team at MIT a few years ago who were working off of the concepts of Nicolai Tesla. The facts shared about our current energy delivery system are a bit shocking; we’ve spent over $1 trillion in infrastructure and produce more than 40 billion disposable batteries each year.

Gimbal Camera Stabilizer

Professional cameramen use steadicams to make their shots look smooth and clean. However, their prices are generally way too high for an indie’s budget. Previous attempts have tried adding a counterweight and moving the camera away from the hands. [YB2Normal] took a different method and used a bob and gimbal to hold the camera upright.

The gimbal is free to rotate along 3 axes, so the camera can stay in place. The whole thing cost less than $15. The first video he made with he mount is after the break.

Membuat Sinyal Wi-Fi Lebih Kuat.



















Sinyal koneksi Wi-Fi anda agak lemah? Ada cara yang mudah dan murah untuk meningkatkan kekuatan sinyal router wireless, yaitu dengan membuat reflektor parabola sederhana.


Langkah 1
Siapkan bahan-bahan yang diperlukan, yaitu:
- Kertas
- Foil
- Gunting
- Lem
- Template Parabolic Reflector Template



Langkah 2
Proses pembuatan: Print selembar template pada kertas biasa. Pastikan ukuran skala gambarnya untuk mempertahankan dimensi fokus yang lebih kuat.
Pertama, potong bagian template dengan gunting, kemudian dilem pada masing-masing bagian. Gunakan gunting/pisau untuk melubangi celah yang telah ditunjukkan.



Langkah 3
Pasangkan pada router.
Geserkan booster atas antena ke titik arah yang dikehendaki. Selesai.

Strobit Wireless Widget Open Hardware Project

Strobit looks like it could be a project to keep an eye on. The entire project is open source, including the hardware. The aim is to build a low cost, low power, wireless enable arduino powered widget. This seems like it could really cut down on the development time of many projects we’ve seen here. Development is still ongoing but it looks like they’ve already implemented some mesh networking similar to the zigbee systems.


Solar powered Widget board, a start for a self contained wireless sensor node

Single 3.6v 0.2w Solar Cell

Wireless Widget (Wireless Freeduino) Open Hardware Project code.google.com/p/strobit

Catatan Onno W. Purbo: Teknik Membuat Sendiri Base Station GSM Selular

Sudah beberapa lama saya bermimpi-mimpi walaupun tidak pernah tersampaikan untuk bisa membuat sendiri GSM Basestation kecil sendiri menggunakan open source. Belakangan tampaknya titik terang semakin nampak. Modal untuk membuat sebuah Basestation GSM homebrew (rakitan sendiri) lumayan mahal US$2500-3000 per buah, tapi masih jauh lebih murah daripada membeli Basestation GSM komersial dari Vendor seperti Nokia, Siemens dan teman-teman-nya. Denger-denger Basestation Nokia, Siemens berkisar sekitar Rp. 2-3 Milyard per buah-nya.

Dengan sebuah Basestation GSM sederhana ini, kita dapat menangani komunikasi selular menggunakan handphone GSM biasa yang harganya ratusan ribu saja di perkampungan kecil di sudut-sudut Indonesia yang jauh dari mana-mana. Semua-nya berbasis Internet jadi sebetulnya kita menggunakan VoIP persis seperti yang di kembangkan oleh VoIP Rakyat http://www.voiprakyat.or.id untuk backbone dan komunikasi jarak jauh-nya. Backbone jaringan ini dapat menggunakan WiFi di 2.4GHz, WiMAX di 2.3GHz maupun Satelit selama berbasis Internet dengan menjalankan VoIP berprotokol SIP seperti VoIP Rakyat yang digunakan di Next Generation Network (NGN).

Dalam bahasa yang sederhana, teknologi ini amat sangat sesuai dengan semangat Universal Service Obligation (USO) yang di canangkan pemerintah untuk memberikan solusi komunikasi di pedesaan jika di inginkan (tentunya) ..

Tulisan ini merupakan rangkuman dari bacaan saya belakangan ini untuk melihat kemungkinan membuat BaseStation GSM sendiri menggunakan open source software. Saya berharap semoga ada kampus atau kelompok hacker yang berminat untuk melakukan investasi dan mulai mengembangkan Basestation GSM murah meriah ini karena saya sendiri tidak mempunyai cukup modal untuk investasi dan “ngoprek” seharga US$3000 :) …


Gambaran umum sistem GSM murah merih ini di perlihatkan pada gambar Proyek ini di kenal di Internet dengan keyword GNURadio pada situs http://gnuradio.org.

Kunci base station GSM open source adalah sebuah Universal Software Radio Peripheral (USRP) yang merupakan software radio yang berbasis Digital Signal Processing (DSP) berkecepatan tinggi. USRP berupa hardware, ada beberapa versi USRP. Versi yang paling baru tampaknya menggunakan Gigabit Ethernet sehingga kita dapat meletakannya di atas tower dengan mudah agar dapat mengcover wilayah yang luas. USRP ini dapat di peroleh dengan harga sekitar US$1500-an dari Amerika Serikat, tepatnya dari Ettus Research pada alamat http://www.ettus.com/. Versi yang tampaknya akan mendominasi GSM murmer ini adalah USRP2 yang menggunakan Gigabit Ethernet. USRP2 membutuhkan power amplifer sampai sekitar 1 Watt pada frekuensi 915MHz untuk dapat memberikan layanan dengan baik. Modul power amplifier ini cukup banyak di pasaran dan dapat dicari di Google. Tanpa modul power amplier USRP2 tetap dapat digunakan dengan daya pancar sekitar 200mW saja.

Hardware USRP2 dari Ettus di sambungkan ke PC menggunakan Gigabit Ethernet sehingga dapat menampung sambungan suara yang lumayan banyak. Di samping itu, USRP2 dapat diletakan di atas tower dengan mudah.

PC yang di gunakan harus bersistem operasi Linux karena jauh lebih reliable untuk aplikasi ini. Ada tiga (3) software aplikasi besar yang digunakan pada PC base station GSM ini, yaitu,


* OpenBTS – merupakan software yang menjalankan fungsi Base Station di PC agar dapat berkomunikasi dengan handset selular.
* Asterisk – merupakan software sentral telepon yang digunakan juga di VoIP Rakyat.
* Jabber – merupakan software untuk chatting yang dapat kita gunakan untuk SMS. Jabber dapat dengan mudah di integrasikan ke Asterisk seperti yang dilakukan juga di VoIP Rakyat.


Semua software maupun sistem operasi yang digunakan adalah open source yang sangat tangguh. Perlu dicatat disini bahwa OpenBTS bekerja menggunakan protokol SIP yang persis sama dengan protokol yang digunakan oleh Asterisk. Hal ini memudahkan proses interaksi antara OpenBTS ke sentral telepon Asterisk pada sebuah komputer yang sama. SMS dari handphone di akali oleh OpenBTS agar dapat berinteraksi mengunakan protokol XMPP yang digunakan pada Jabber.

Yang menarik, semua software ini dapat di ambil secara cuma-cuma di alamat di bawah ini,


* Sistem operasi, Ubuntu, dapat di ambil di http://kambing.ui.edu.
* OpenBTS, dapat di ambil di http://gnuradio.org/trac/wiki/Download
* Asterisk, dapat di ambil di http://www.asterisk.org/downloads
* Jabber, dapat di ambil di http://xmpp.org/software/servers.shtml. Ada banyak pilihan software server Jabber yang dapat digunakan. Salah satu yang mungkin cocok untuk aplikasi Asterisk mungkin adalah ejabberd.

Beberapa test implementasi yang sudah dilakukan dapat di baca di Internet. Salah satu yang paling menarik adalah test implementasi OpenBTS pada event Burning Man yang dilakukan di tengah gurun Black Rock Desert selama satu minggu. Di tengah gurun tersebut, tidak ada infrastruktur telekomunikasi, rekan-rekan dari GNURadio menginstalasi OpenBTS pada sebuah laptop yang tersambung ke USRP ke antenna. Di sisi sambungan ke jaringan telkom mengunakan WiFi dengan VoIP yang di terminasi ke salah satu operator melalui Internet, Melalui teknik ini teman-teman ini berhasil menghubungkan 120 panggilan pada 95 nomor dalam waktu 24 jam terakhir. Detail test tersebut dapat di baca di laporan di Blog http://www.kestrelsp.com/FieldTest/index.html.

Bagi yang tertarik untuk menilik lebih jauh tentang latar belakang mengapa kita dapat membuat Base Station GSM sederhana menggunakan open source, ada baiknya membaca wawancara dengan David Burgess di Blog http://ecommmedia.com/blog/2009/02/david-burgess-on-openbts.html di situ di jelaskan dengan santai bahwa banyak hal yang di kembangkan oleh teknologi GSM sebetulnya dapat di sederhanakan atau bahkan tidak perlu digunakan. Oleh karena itu tidak heran jika semua operasi GSM yang normal dapat di samarkan mengunakan teknologi VoIP dan XMPP yang ada di Internet. Hal ini yang menyebabkan kita dapat membuat jaringan GSM yang sederhana berbasis Open Source software.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menggugah banyak pembaca khusus-nya dari perguruan tinggi maupun hacker untuk mencoba melihat kemungkinan untuk membuat sendiri peralatan jaringan GSM selular sendiri.

Merdeka!!